Jumat, 02 Desember 2011

[nihongo-6] Partikel ‘ka’, ‘yo’, dan ‘ne’


Dalam Bahasa Jepang, terdapat sekelompok partikel yang umum diletakkan di bagian akhir kalimat (sentence final particle). Partikel-partikel ini umumnya berfungsi untuk menjelaskan konteks dari kalimat awalnya — apakah itu untuk bertanya, menegaskan opini, melakukan persuasi, ataupun lain sebagainya.
Saa, hajimemashou… ^^

 
1. Partikel “ka”
 
Partikel “ka” berfungsi untuk membentuk kalimat tanya. Partikel ini bisa dibilang cukup ‘sakti’ — kalimat berita apapun, apabila ditambahkan partikel ini di akhir kalimatnya, akan seketika berubah menjadi kalimat tanya.
Contoh:
Asli:
[JAP] C-san wa AMERIKA-jin desu.
[JAP] C-さん は アメリカ人 です。
[INA] Tuan C (adalah) orang Amerika.
 
+ ka
 
[JAP] C-san wa AMERIKA-jin desu ka ?
[JAP] C-さん は アメリカ人 です ?
[INA] Apakah Tuan C orang Amerika?
Di sini partikel “ka” berperan sebagai question mark. Apabila suatu kalimat diakhiri dengan “ka”, maka kalimat itu pastilah kalimat tanya! :D
Asli:
[JAP] Yoshi-kun wa koko ni imasu.
[JAP] ヨシくんはここにいます。
[INA] Yoshi-kun ada di sini.
 
+ ka
 
[JAP] Yoshi-kun wa koko ni imasu ka ?
[JAP] ヨシくんはここにいます?
[INA] Apakah Yoshi-kun ada di sini?

2. Partikel “yo”
 
Partikel “yo” berfungsi untuk memberi penegasan dalam kalimat. Pada umumnya, partikel ini digunakan ketika menyampaikan ide/pendapat/opini yang cenderung subyektif; meskipun begitu bisa juga dipakai untuk menekankan kebenaran dari informasi yang disampaikan.
Adapun contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
[JAP] Ano ko wa kawaii desu yo.
[JAP] あの子は可愛いです
-> “ano ko” (あの子) = “anak itu”
-> “kawaii” (可愛い) = “lucu” / “imut-imut”
[INA] Menurut saya, anak itu lucu.
(menyampaikan opini)
Contoh lain:
[JAP] Omae o matteruyo.
[JAP] 御前を待ってる
-> “omae” (御前) = “kamu” (informal)
-> “matteru” (待ってる) = “tunggu”
[INA] Kamu sedang ditunggu, lho.
(menekankan berita)
Intinya, partikel “yo” adalah yang dibutuhkan jika kita hendak menegaskan sesuatu hal. Sebagai perbandingan: dalam bahasa Inggris fungsi ini biasanya diwakili oleh frase “…you know” atau “…so I think” di akhir kalimat. ^^

3. Partikel “ne”
 
Yang ini berfungsi sebagai pemberi kesan halus/persuasi dalam berbicara. Meskipun demikian, “ne” juga memiliki kegunaan lain — yakni memunculkan pertanyaan balik di akhir kalimat (question tag).
Misalnya, untuk penggunaan yang pertama,
[JAP] Ashita kara, kore wa kimi no gakkou da, ne?
[JAP] 明日からこれは君の学校だ、ね?
-> “ashita kara” (明日 から) = “mulai besok”
-> “gakkou” (学校) = “sekolah”
[INA] Mulai besok, ini sekolahmu yang baru. OK?
(melakukan persuasi)
[JAP] Sono kimochi ga wakaru; dakarakinishinaideNe?
[JAP] その気持ちがわかる、だから、気にしないで。ね?
-> “kimochi” (気持ち) = “perasaan”
-> “dakara” (だから) = “karena itu” / “oleh karena itu”
-> “kinishinaide” (気にしないで) = “jangan khawatir”
[INA] (Saya) mengerti perasaanmu; oleh karena itu, jangan khawatir. Ya?
(melakukan persuasi)
Sedangkan untuk penggunaan yang kedua,
[JAP] Kyou wa Sanae-san ga kirei desu, ne?
[JAP] 今日はサナエさんがきれいですね?
-> “kyou” (今日) = “hari ini”
-> “kirei (きれい) = “cantik”
[INA] Hari ini, Nona Sanae terlihat cantik, bukan?
(menanyakan pendapat lawan bicara)
[JAP] Hachigatsu no yuki ga aru no? Kiseki da ne?
[JAP] 八月の雪があるの? 奇跡だ?
-> “hachigatsu” (八月) = “bulan Agustus”
-> “yuki” (雪) = “salju”
-> “kiseki” (奇跡) = “keajaiban” / “mukjizat”
[INA] Ada salju di bulan Agustus? Itu pasti mukjizat, bukan?
(menanyakan pendapat lawan bicara)
***

Variasi Penggunaan dalam Kalimat
 
Dalam penggunaan sehari-hari, terkadang ada beberapa varian partikel end sentence yang diturunkan dari tiga partikel di atas. Umumnya perubahan ini terjadi karena nuansa informal yang ingin dihadirkan; e.g. ketika Anda sedang berbicara dengan teman atau keluarga.
Beberapa variasi yang terjadi, antara lain:
  1. ne menjadi na~
  2. “Na~” — dengan ‘a’ panjang; berbeda dengan partikel “na” — memiliki manfaat yang sama persis dengan “ne”. Meskipun demikian, kesan yang ditimbulkannya sangat informal dan berkesan “setengah hati”.
    Kesan ini lebih tampak dalam penerjemahan sebagai berikut:
    [JAP] Aitsu wa okotteirunda. Taihen, da na~
    [JAP] あいつは怒っているんだ。 大変 だ。。。
    [INA] Dia sedang marah. Susah juga yaa
    [JAP] Hai, hai, wakatteiru. Warui na~
    [JAP] はい、はい、分かっている。 悪い。。。
    [INA] Ya, ya, saya mengerti. Maaf deh
  3. yo menjadi zo
  4. Yang ini biasanya diucapkan oleh pria; kesannya cenderung informal dan berpretensi kasar.
    [JAP] Ano “MATRIX” no eiga wa kakkoii da zo.
    [JAP] あの “MATRIX” の映画は格好いいだ
    [INA] Film “MATRIX” yang itu keren, lho.
    [JAP] Aa, Rika-chan da! Kawaii zo!
    [JAP] ああ、リカちゃん だ! 可愛い!
    [INA] Ah, itu Rika-chan. Dia lucu sekali!
  5. ne di awal kalimat
  6. Yang ini agak berbeda dengan pokok bahasan kita tentang partikel end-sentence, sebab partikelnya sendiri justru diletakkan di awal kalimat. Meskipun demikian, saya rasa ada baiknya bila sekalian dijelaskan di sini. (o_0)”\
    Dalam penggunaan ini, partikel “ne” digunakan untuk memanggil orang yang sedang diajak bicara. Konsepnya kurang lebih sama dengan kata “hei” dalam bahasa Indonesia:
    [JAP] Ne, chotto matte yo!
    [JAP] 、 一寸待てよ!
    [INA] Hei, tunggu sebentar!
  7. Question mark dengan kai
  8. Bentuk yang lebih lembut untuk bertanya dibandingkan “ka”, digunakan oleh pria. Kalau Anda pernah mendengar lagu“Konayuki” dari Remioromen, Anda bisa mendengar penggunaanquestion mark model ini di dalamnya. ^^
    [JAP] Sore ga dekita no kai?
    [JAP] それが出来たのかい?
    [INA] Bisakah seperti itu?

Catatan Khusus:
Kalimat Tanya tanpa Question Mark
 
Walaupun secara default kalimat tanya dalam bahasa Jepang memerlukan partikel “ka”, terdapat satu kondisi di mana Anda tak perlu memanfaatkannya sama sekali. Meskipun demikian, sebagai gantinya, Anda harus memberikan intonasi yang tepat untuk mengesankan pertanyaan Anda.
Dalam bahasa Jepang, intonasi yang ‘tepat’ ini dimunculkan dengan memberi penekanan pada suku bunyi terakhir dalam kalimat.
Contoh:
[JAP] Sonna koto iwanaide! Otoko da yo!?
[JAP] そんな事言わないで! 男 だ!?
[INA] Jangan bicara seperti itu! Kamu laki-laki, kan!?
(bagian “yo” diucapkan agak tinggi dan memanjang)
[JAP] Okane ga arimasu?
[JAP] お金がありま?
[INA] Apakah kamu ada uang?
(bagian “su” diucapkan agak tinggi dan memanjang)
Hal yang sama berlaku jika kita hendak mengajukan pertanyaan singkat dan sekedarnya, e.g.:
[JAP] Hitori?
[JAP] 独?
[INA] (Anda) sendirian?
(bagian “ri” diucapkan agak tinggi dan memanjang)
[JAP] Shitteru?
[JAP] 知って?
[INA] (Anda) sudah tahu?
(bagian “ru” diucapkan agak tinggi dan memanjang)
Tentunya harus dicatat bahwa penggunaan di atas itu cenderung crippledsecara gramatikal, dan tidak untuk digunakan dalam pembicaraan resmi. Walaupun masih efektif jika dipakai untuk keseharian saja.
***
Yah, dan kurang lebih demikianlah pembahasan untuk bagian 6 kali ini. Bagian selanjutnya akan membahas tentang tenses dan bentuk kata dalam kalimat; dengan beberapa catatan khusus yang bisa Anda baca di bagian bawah post ini.
Sekian, terima kasih. :)

 
[bersambung ke bagian 7]
 
——
Ps:
Sehubungan dengan sudah tercakupnya bahasan tentang partikel pembentuk keterangan (tulisan 1 s.d. 5), maka saya akan mulai membahas tentang infleksi/perubahan bentuk kata dan tenses di post berikutnya.
Partikel-partikel yang belum dijelaskan akan saya tambahkan secara stand-alone di masa depan, seperti post sebelumnya tentang pronomina yang ini danini.

0 komentar:

Posting Komentar

Halaman

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.