Jumat, 02 Desember 2011

[nihongo-8] Kata Kerja Bentuk Lampau


Di tulisan bagian 7a dan 7b, kita sudah bicara tentang infleksi (perubahan bentuk) kata kerja dalam bahasa Jepang. Dalam dua tulisan tersebut yang dibahas adalah bentuk standar masa kini.
Bagaimana dengan bentuk waktu yang lain?
Nah, kali ini kita akan membahas tentang kata kerja bentuk lampau di bahasa Jepang. Sebenarnya saya ingin sekalian membahas bentuk lampau untuk copuladan kata sifat di sini — meskipun begitu, setelah dipikir-pikir, sepertinya lebih baik kalau membahas kata kerja dulu saja. Sekalian agar postingnya lebih fokus dan tidak terlalu panjang, begitu. ^^a
さあ、はじめましょう。。。

 
Kata Kerja Bentuk Lampau (過去形) dalam Bahasa Jepang

Sebagaimana dibahas di [nihongo-7], infleksi kata kerja Bahasa Jepang ditentukan lewat tiga grup: Ichidan, Godan, dan Irregular. Hal yang sama berlaku jika kita hendak membuat kata kerja bentuk lampau.
Aturan untuk masing-masing grup adalah sebagai berikut:

a) Untuk Ichidan Verb:
Ganti akhiran -ru (-る ) dengan -ta ( -た ).
Contoh:
[latin] taberu –> tabeta
[kana] たべ –> たべ
[kanji] 食べ –> 食べ
[latin] oriru –> orita
[kana] おり –> おり
[kanji] 下り –> 下ります

b) Untuk Godan Verb:
Godan verb memiliki akhiran yang beragam, di antaranya:
    -ku ( -く ), -gu ( -ぐ ), -su ( -す ), -tsu ( -つ ), -nu ( -ぬ ), -bu ( -ぶ ), -mu ( -む ), -ru ( -る ), -u ( -う )
Masing-masing akhiran memiliki aturan infleksinya tersendiri. Oleh karena itu, untuk memudahkan, di bawah ini saya tampilkan dalam bentuk tabel.

tabel-godan-past

c) Untuk Irregular Verb:
Terdapat dua buah kata kerja irregular dalam bahasa Jepang, yakni “suru” ( する ; “to do”) dan “kuru” ( くる ; “to come”). Bentuk lampau untuk mereka adalah sebagai berikut.
IRREGULAR I: “suru”
[latin] suru –> shita
[kana] する –> した
[kanji] 為る –> 為た*
*) bentuk ini jarang dipakai. ’suru’ dan ’shita’ umumnya ditulis dengan kana
IRREGULAR II: “kuru”
[latin] kuru –> kita
[kana] くる –> きた
[kanji] 来る –> 来た
 
Bagaimana dengan Negatif Lampau?

Bicara bentuk lampau, tentunya ada juga bentuk negatif lampau. Bagaimana cara membuat bentuk negatif lampau di bahasa Jepang?
Cara melakukannya adalah:
Ganti akhiran -nai ( -ない ) pada bentuk standar dengan -nakatta
( -なかった )
Aturan ini bersifat universal dan dapat diterapkan pada ketiga jenis grup — baik itu ichidan, godan, maupun irregular.
Contoh:
[latin] tabenai –> tabenakatta
[kana] たべない –> たべなかった
[kanji] 食べない –> 食べなかった
[latin] nagasanai –> nagasanakatta
[kana] ながさない –> ながさなかった
[kanji] 流さない –> 流さなかった
[latin] shinai –> shinakatta
[kana] しない –> しなかった
[kanji] 為ない –> 為なかった
Tentunya masih banyak contoh yang lain. Meskipun begitu tiga di atas harusnya cukup sebagai ilustrasi. ^^
 
Catatan Khusus:
Bentuk Lampau untuk -masu ( -ます ) dan -masen ( -ません )

Di [nihongo-7b] kita membahas tentang akhiran -masu ( -ます ) dan versi negatifnya, -masen ( -ません ). Kata kerja yang diakhiri dua imbuhan tersebut memiliki nilai kesopanan lebih tinggi.
Nah, mereka juga punya bentuk lampaunya sendiri. Bagaimana membuat bentuk lampau untuk akhiran -masu dan -masen?
Aturannya kurang lebih seperti berikut:
 
a) Untuk akhiran -masu ( -ます )
Ubah akhirannya menjadi: -mashita ( -ました )
Contoh:
[latin] orimasu –> orimashita
[kana] おります –> おりました
[kanji] 下ります –> 下りました
[latin] asobimasu –> asobimashita
[kana] あそびます –> あそびました
[kanji] 遊びます –> 遊びました
 
b) Untuk akhiran -masen ( -ません )
Ubah akhirannya menjadi: -masen deshita ( -ませんでした )
Contoh:
[latin] orimasen –> orimasen deshita
[kana] おりません –> おりませんでした
[kanji] 下りません –> 下りませんでした
[latin] asobimasen –> asobimasen deshita
[kana] あそびません –> あそびませんでした
[kanji] 遊びません –> 遊びませんでした
Sudah, cuma begitu saja. Mudah bukan? :)
Adapun yang penting di sini adalah membuat bentuk -masu (dan -masen) yang benar dulu. Kalau bentuk -masu dan -masen sudah benar, maka tinggal mengikuti aturan di atas.

***

Dan, dengan demikian, pembahasan kita tentang kata kerja bentuk lampau pun selesai. Untuk dicatat, bahasa Jepang tidak memiliki kata kerja bentuk masa depan (future) — yang ada hanyalah bentuk lampau dan standar. Tentunya menarik, bagaimana bahasa Jepang menjelaskan peristiwa yang kejadiannya di masa depan? Nah ini akan kita bahas di kesempatan yang akan datang.

0 komentar:

Posting Komentar

Halaman

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.